Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele LENGKAP!!


Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele - Tahukah anda? Apa itu ikan lele? Pastinya tidak asing lagi dengan ikan satu ini. Di Indonesia ikan lele menjadi ikan konsumsi yang sangat populer. Rasanya yang enak serta harganya yang terjangkau membuat ikan ini sangat digemari.

Ikan dengan tubuh yang licin dan ciri kumis ini banyak di temukan disudut sudut perkotaan sebagai menu utama. Selain itu pertumbuhan ikan lele juga tergolong cepat dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Karena itu banyak petani yang membudidayakan ikan lele sebagai mata pencaharian.


Tiap daerah di Indonesia mempunyai sebutan untuk ikan lele yang berbeda-beda seperti ikan maut (Gayo, Aceh), ikan kalang (Padang), ikan keling (Makasar), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan lele / lindi (Jawa Tengah) dan ikan cepi (Bugis).


Dalam bahasa inggris ikan lele dikenal dengan catfish, siluroid, walking catfish dan mudfish. Sedangkan di negara lain ikan lele juga mempunyai sebutan yang berbeda yaitu palmond (thailand), mali (Afrika), gura magura (Srilangka), ikan keli (Malaysia) dan ca tre trang (Jepang).

Habitat Ikan lele adalah sungai, rawa, waduk maupun danau. Hingga kini ikan ini belum pernah ditemukan pada air asin maupun payau. Untuk lebih jelasnya akan mimin bahas pada artikel di bawah mengenai klasifikasi dan morfologi ikan lele.


Klasifikasi Ikan Lele (Claritas Batrachus)





  • Kingdom     : Animalia
  • Sub-kingdom : Metazoa
  • Phyllum     : Chordata
  • Sub-phyllum : Vertebrata
  • Ordo        : Ostariophysi ( adanya tulang pada rongga perut bagian atas sebagai tulang weber / sebagai alat keseimbangan )
  • Sub-ordo    : Siluroidea ( tidak bersisik dan berkulit licin )
  • Kelas       : Pisces ( ikan dengan alat pernapasan insang )
  • Sub-klas    : Teleostei ( ikan bertulang keras )
  • Familia     : Clariidae ( bentuk kepala gepeng serta adanya alat pernapasan tambahan )
  • Genus       : Clarias
  • Species     : Clarias batrachus



Motfologi Ikan Lele



Untuk menjabarkan bentuk badan ikan lele secara tepat memang agak sulit dan berbeda dengan ikan lainnya. Kepalanya berbentuk pipih kebawah dan adanya potongan membulat pada tengah badannya. Dengan tubuh bagian belakangnya berbentuk pipih kesamping. Pada bagian lainnya juga ditemukan tiga potongan lain (pipih kesamping, pipih kebawah dan bulat).

Adanya pelat tulang yang menutupi kepala bagian atas dan bawah. Pelat tersebut membentuk rongga diatas insang dan disinilah alat pernapasan tambahan yang bergabung dengan busur insang (keempat dan kedua). Bentuk mata kecil dengna teip orbital bebas. Letak mulutnya berada pada ujung moncong (terminal) denga empat pasang sungut. Lubang hidung bagian belakang berbentuk bundar serta adanya celah yang letaknya di belakqng sungut nasal.

Bentuk sirip ekor bulat tetapi tidak menyatu dengan sirup anal dan sirip punggung. Adanya patil/duri tajam pada sirip dada, panjang patil tersebut dapat mencapai 400 mm serta mengandung racun (khususnya pada ikan lele muda), namun setelah dewasa kandungan racun mulai berkurang.

Kulit ikan ini berlendir dan tidak bersisik, adanya pigmen hitam yang akan berubah pucat saat terkena matahari. Lubang penciuman ada dua buah dan letaknya dibelakang bibir atas. Selain itu sirip punggung dan dubur memanjang hingga pangkal ekro.


Anatomi Ikan Lele





Ikan lele mempunyai organ pernapasan tambahan dengan sebutan Aborescen. Organ ini memiliki membran berlipat-lipat kapiler darah yang letaknya ada di sebelah atas insang. Saat bernafas ikan lele akan mengambil oksigen langsung, sehingga sering terlihat menyembul ke permukaan air.

Pada ikan lele jantan dan betina mempunyai gonad yang berbeda. Pada lele jantan warnanya lebih gelap serta ukuranya lebih kecil daripada betina. Gonad betina berwarna coklat krkuningan dan terlihat bintik bintik telur. Organ lain pada ikan lele seperti jantung, labirin, empedu, hati, lambung, anus dan gonad.


Sifat-sifat Boologis Ikan Lele




Habitat asli ikan lele adalah rawa, sungai, telaga, waduk dan sawah. Ikan ini mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik. Ikan lele dapat hidup pada periaran yang kotor dan tercemar, bahkan ikan ini juga terlihat digot yang kotor. Ikan lele akan lebih aktif dalam mencari makan pada malam hari (nokturnal). Sedangkan pada siang hari, ikan ini lebih suka berdiam diri dan bersembunyi. Waktu pemijahan ikan berkumis ini adalah saat musim penghujan.


Manfaat Ikan Lele




Dilihat dari kandungan gizinya ikan lele cukup tinggi. Ikan ini kaya akan leusin dan lisin. Leusin (C6H13NO2) adalah asam amino essensial yang sangat baik untuk anak anak serta menjaga keseimbangan N2. Selain itu leusin juga berfungsi sebagai pembentuk protein otot. Sedangkan lisin merupakan bagaian dari 9 asam amino essential yang berguna untuk perbaikan jaringan serta pertumbuhan.

Pada anak-anak lisin mempunyai peranan yang penting untuk pertumbuhan tulang, tak hanya itu lisin juga mencegah anak terserang penyakit menular virus harpes dan cold sore. Bentuknya yang unik ikak lele juga seeing dijadikan ikan hias. Oleh petani ikan licin ini dimanfaatkan sebagai pemberantas hama seperti serangga air.

Dalam dunia medis, ikan lele dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat seperti hidung berdarah, asma, menstruasi tidak teratur, kencing darah dan lain lain.


Kesimpulan :

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang habitatnya di rawa, sungai, waduk dan sawah. Ciri paling khas dari ikan ini adalah kumis dan badan yang licin. Ikan ini mempunyai bentuk kepala pipih, badan memanjang serta bulat. Organ tubuh ikan lele terdiri atas jantung, empedu, hati, lambung, anus, gonad dan labirin. Selain rasanya yang enak dan gurih ikan lele juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat asma, hidung berdarah, menstruasi tidak teratur, kencing darah dan lain lain.





Related Posts: